Showing posts with label Istilah Perbakingan. Show all posts
Showing posts with label Istilah Perbakingan. Show all posts

Tuesday, January 29, 2013

Butter cake, Sponge cake dan Chiffone cake



By: Fatmah Bahalwan

Dulu orang suka bertanya, apa bedanya Bolu dan Cake? Sayapun menulis sampai berlembar-lembar demi menjelaskannya, dengan asumsi Bolu adalah Butter Cake dan Cake adalah Sponge Cake.

Perkembangan terakhir kedua teknik pembuatan cake atau bolu ini sudah mulai rancu, beberapa teknik membuat sponge cake, hasil akhirnya tetap dinamakan bolu, contoh Bolu Kukus. Sehingga kemudian saya berkesimpulan bahwa Bolu dan Cake adalah sama saja. Akan tetapi kita bisa membedakan beberapa jenis cake (bhs Inggris) atau bolu (bahasa Indonesia) dari bahan dan cara membuatnya. Beberapa jenis bisa saya tulis sbb:

Butter Cake

Inilah jenis bolu yang paling kuno yang saya ketahui. Disebut juga Pound Cake, sesuai dengan resepnya yang menggunakan ukuran serba satu pound. Resep dasarnya adalah :

250 gr margarine
250 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
8 btr kuning telur
6 btr putih telur

Cara membuatnya sangat khas, yaitu:
Kocok margarine dan gula pasir hingga pucat dan mengembang, tambahkan kuning telur satu persatu sambil terus dikocok hingga tercampur rata. Matikan mixer. Tuang tepung sambil diaduk dengan centong, sampai rata.
Ditempat lain, kocok putih telur hingga kaku, campurkan pada adonan mentega, aduk rata.
Tuang kedalam loyang tulban (cincin) garis tengah 18cm, oven hingga matang.

Dari resep dasar ini anda bisa memodifikasi dengan bahan lain sesuai selera. Butter Cake bertekstur halus, padat dan mengenyangkan.

Sponge Cake

Ciri khas cake jenis ini adalah pada cara membuat dan hasil akhirnya. Cara membuatnya diawali dengan mengocok telur dan gula pasir hingga menjadi adonan yang sangat kental, sedemikian rupa sehingga adonan ini menjadi seperti pita bila disendok dan dituang. Sangat unik dan mengagumkan, sehingga saya sering berkata dalam hati, penemu resep ini pastilah masuk syurga 
Hasil kue jadi bertekstur lembut, menul-menul, persis seperti busa sponge, dari sinilah nama Sponge Cake diambil.

Sponge Cake berpori banyak, cocok diberi kejutan rasa dari berbagai macam syrup atau minuman yang disiramkan. Karena berpori banyak ini membuat sponge cake beremah. Siraman syrup atau minuman lain, juga membantu meminimalkan remahan yg jatuh.

Tekstur yg ringan membuat sponge cake cocok untuk menjadi bahan dasar Taart atau cake yg dihias dengan Butter Cream.

Bila pada butter cake digunakan mentega jumlah banyak, maka sponge cake menggunakan mentega lebih irit. Untuk 8 telor, cukup 100gr saja. Istimewanya dalam resep ini, mentega bukan dikocok tetapi dilelehkan terlebih dahulu.

Untuk mendapatkan adonan sponge yg tahan kental, dunia kuliner kemudian mengenal bahan pembantu yg dinamakan ‘emulsifier’, yaitu bahan yg dapat membantu telur dan gula menjadi adonan (emulsi) yg mengikat pekat , kental dan tidak mudah mencair. Banyak sekali merek dagang emulsifier yg beredar saat ini, sebut saja TBM, SP, Sponge-28, Quick-75, Starkies, dan lain-lain.

Resep dasar sponge cake yg paling mudah diingat adalah sbb:

8 btr telur
200 gr gula pasir
1 sdm emulsifier
225 gr tepung terigu
100 gr margarine, lelehkan, biarkan dingin.

Cara membuatnya:
Kocok telur dan gula hingga berbusa, masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental. Matikan mixer
Masukkan tepung terigu secara bertahap, sambil diaduk hingga rata.
Tuang margarine leleh, aduk hingga rata benar.
Tuang kedalam loyang chiffon garis tengah 24cm, oven hingga matang.

Sponge Cake tempo dulu, tidak menggunakan mentega leleh. Akan tetapi hasil akhirnya kasar dan beremah banyak. Hingga kemudian ditambahkan mentega dicair kedalam adonan, cake menjadi lebih lembab dan lezat.

Teknik menambahkan mentega leleh ditimpa dengan mengocok telur dan gula sambil di tim dalam air panas, menghasilkan sponge cake yg ringan sekali. Sangat ideal untuk tart yg disajikan di akhir sebuah acara jamuan, karena tidak mengenyangkan. Teknik seperti inilah yang disebut sebagai membuat Genoise Sponge Cake.(fb) sumber : http://ncc.blogsome.com


                                             Chiffon cake
 adalah kue yang lembut, meskipun tergolong kue yang standar dan banyak dibuat orang. Yang paling menonjol dari chiffon cake adalah adonannya yang terbuat dari minyak goreng, bukan mentega. Keberadaan minyak goreng ini sedikit berbeda dibandingkan dengan kue-kue lainnya yang sejenis.

Chiffon cake cukup mudah dibuat dan cara pembuatannya tidak berbeda jauh dari cake yang lainnya. Namun, rasanya yang lembut patut untuk dicoba. sumber : http://www.cistik.com

Thursday, January 24, 2013

Beda Cake dengan Bolu


1. Apa bedanya cake, bolu, sponge, dan kue tart. Apakah perbedaannya dilihat dari jumlah telurnya, cara pembuatan, atau teksturnya.

2. Apa beda margarine dengan mentega dan contoh yang beredar di pasaran? Apakah butter termasuk mentega?

3. Sp, TBM, Ovalet, dan soda bikarbonat, baking powder kan sama sama pengembang. Kapan kita bisa menggunakan masing-masing pengembang tersebut atau terserah kita mau pakai yang mana?

Jawaban:

Sebetulnya bolu adalah bahasa Indonesia dari cake. Tetapi pengertiannya kemudian bergeser, bolu diartikan sebagai cake yang kasar dan padat. Dibuat dari kuning telor yang lebih banyak ketimbang putih telornya dan pemakaian tepung sedikit.

Sponge cake adalah jenis cake yang dibuat dengan cara telor dikocok bersama gula, margarine dicairkan. Cake yang ini rasanya lebih ringan ketimbang jenis butter type cake (cake yang dibuat dari margarine yang dikocok lalu telor dimasukkan satu per satu sambil terus dikocok)

Tart lebih diartikan sebagai cake yang dihias dengan buah atau banyak krim.

Margarine dibuat dari tumbuhan sedangkan mentega dibuat dari susu. Butter adalah bahasa Inggris mentega.

Contoh Margarine: Blueband, Palmboom, Simas, sedangkan mentega adalah Orchid, Anchor, Wijsman.


SP/TBM/Ovalet (semua sama, hanya beda merek) adalah emulsifier. Bahan untuk mengemulsi cairan dan lemak. Seringkali dalam pengadukan bahan cake, air dan lemak tidak bisa menyatu hingga membuat cake bantat. Nah, kalau memakai SP/TBM/Ovalet, kemungkinan tidak akan terjadi karena bahan ini membantu bersatunya lemak dan cairan.
Baking powder (=soda bikarbonat) adalah bahan penuai.
Bahan ini membantu pemuaian kue.

SP/TBM/Ovalet bisa dipakai kalau kita membuat cake. Sedangkan baking powder dipakai kalai membuat cake yang dibuat dari margarine/mentega dikocok juga pada sponge cake yang menggunakan cokelat.

sumber : Sajiku

Tips dan Trik Membuat Cake





Pada dasarnya cake bisa dibuat dengan berbagai variasi bahan dan dengan berbagai metode pula. Itulah sebabnya

ada cake yang rasanya keras atau lembut, atau bertekstur kasar dan lembut.

Berbagai variasi bahan dan beragam metode ini pula yang kadang menyebabkan cake jadi gagal karena kita salah mengawinkan bahan yang satu dengan yang lain atau kalau “perkawinannya” sudah tepat, tetapi takaran perbandingannya keliru.Begitu juga dengan metode. Prosedurnya sudah tepat, tetapi komposisi bahan yang digunakan tidak cocok dengan metode yang dipakai. Misalnya, komposisi bahan untuk sponge cake digunakan untuk butter type cake.



Nah, karena itulah sebelum mencoba cake di Hidangan Utama, sempatkan dulu menyimak uraian ini. Sebelum masuk ke bahan dan metode pembuatan, mari kita simak dulu macam-macam cake dasar.

1. Sponge Type Cake

Bahannya terdiri dari telur, gula, dan tepung, atau ditambah margarin yang dicairkan. Prosedur pembuatannya, telur dikocok bersama gula sampai mengembang. Setelah itu tepung terigu diaduk bersama adonan, baru kemudian ditambahkan margarin cair. Pada resep ini penggunaan margarin tidak sebanyak butter type cake.

2. Butter Type Cake

Bahannya kurang lebih sama dengan sponge cake, tetapi cara pembuatannya berbeda. Mentega dikocok bersama gula sampai gula hancur lalu ditambahkan 50 persen telur yang digunakan. Masuknya telur harus satu dulu. Setelah rata, baru tambahkan telur yang lain. Begitu seterusnya. Sisa telur bisa dimasukkan bergantian tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama agar tepung tidak elastis (mengaret) seperti roti dan cake tidak banyak remahnya.

3. Kombinasi antara Sponge Cake dan Butter Type Cake

Margarin dikocok hingga gula hancur, tetapi tidak dikocok bersama telur. Telur dikocok lagi bersama sebagian gula secara terpisah. Tepung kemudian bisa dimasukkan ke dalam kocokan margarin lalu dicampur dengan telur yang sudah mengembang. Atau tepung masuk ke dalam telur. Setelah rata, baru dimasukkan kocokan mentega.

4. Chiffon Cake

Bahannya pun masih standar sesuai bahan cake pada umumnya. Tetapi prosedurnya agar unik. Kuning telur diaduk dengan bahan-bahan lainnya. Sementara si putih telur dikcok kaku bersama sedikit gula pasir. Baru kemudian keduanya digabungkan. Pembuatan kue ini tidak menggunakan margarin, tetapi minyak sayur.

FUNGSI TIAP BAHAN CAKE

Mengapa kita perlu mengetahui fungsi tiap bahan? Tujuannya tak lain, bila kue kita gagal, kita bisa menganalisis sendiri, penyebabnya.


1. TELUR
Fungsinya membangun kerangka cake,memberi warna pada cake, memberi nilai gizi, dan melembapkan kue.

2. GULA PASIR
Fungsinya memberi rasa manis, memberi warna pada kulit kue, membantu mengempukkan kue, melembapkan kue, dan melemaskan adonan. Jenis gula yang digunakan bisa macam-macam. Gula pasir oke, gula halus bisa, gula merah yang disisir juga boleh, atau gula palem. Tetapi untuk jenis kue jenis butter type, sebaiknya dipilih gula yang halus.

3. TEPUNG TERIGU
Sebetulnya bukan cuma tepung terigu yang oke dibuat cake, tepung ketan, tepung beras, sampai tepung singkong pun sah-sah saja dijadikan cake. Tetapi umumnya memang cake dibuat dari tepung terigu. Tepung yang digunakan adalah tepung yang proteinnya berkadar 7 – 8,5 persen (misalnya cap Segitiga). Fungsi tepung untuk membangun kerangka kue, mengikat bahan lain, dan mendapatkan tekstur kue yang baik.

4. LEMAK
Lemak yang digunakan untuk cake adalah mentega, margarin, atau minyak. Mengapa tidak digunakan shortening (mentega putih)? Karena shortening tidak mengandung air seperti margarin hingga membuat kue kurang lembap. Tetapi, toh, kalau Anda tetap ingin memakai shortening, gunakan shortening yang mengandung emulsifier (pengemulsi). Karena emulsifier mampu membantu mengikat air hingga tidak terjadi penguapan. Fungsi lemak untuk menjaga kue agar tahan lama, menambah nilai gizi, memberi aroma pada cake, dan membuat cake terasa empuk. Tentu juga menimbulkan rasa enak.

5. EMULSIFIER
Di toko-toko, emulsifier dikenal dengan merek TBM, SP, atau Ovalet. Fungsinya selain membantu mengembangkan kue, juga mengemulsi bahan-bahan agar tercampur baik hingga bisa mengembang sempurna. Keuntungan menggunakan bahan ini adalah lebih ekonomis (bahan telur bisa dikurangi), adonan tetap stabil meski lama belum bisa dimasukkan dalam oven, dan pengocokan bisa dilakukan dalam waktu singkat (cepat pengembang). Penggunaan emulsifier juga membuat cake lebih halus. Kerugiannya, kue kurang enak disantap, terutama kalau penggunaan emulsifier terlalu banyak.

PROSEDUR PEMBUATAN CAKEUntuk SPONGE CAKE, telur dikocok bersama gula pasir (telurnya bisa utuh, kuning saja, atau putih saja). Pengocokan dilakukan sampai kental.

Cara mengetahuinya, bila telur kelihatan sudah mulai memucat, jalankan mikser berkeliling. Lihatlah jejak garis yang ditinggalkan. Bila jejak itu lama hilangnya, artinya adonan sudah cukup kental.

Kecilkan kecepatan mikser dan kocok sampai gelembung udaranya hilang. Pengocokan telur juga bisa dilakukan sambil direndam. Jadi, mangkuk berisi telur direndam dalam air hangat selama dikocok.

Tujuannya membuat telur mengembang sempurna. Karena telur baru bisa mengembang sempurna kalau suhunya 40 derajat Celcius.

Nah, saat inilah waktu yang tepat untuk memasukkan tepung terigu. Tepung sebaiknya diayak langsung di atas adonan waktu diaduk agar tidak berbutir-butir. Aduk seluruh adonan sampai telur tercampur rata. Setelah itu, tuangkan margarin cair, santan, atau cairan lain. Aduk kembali dari bawah ke atas agar cairan yang jatuh ke bawah bisa ikut teraduk. Kalau sudah begini, adonan siap dioven.

Patut diingat, pencairan margarin harus tepat betul.
Cairkan margarin sesaat akan dituang ke dalam adonan.
Gunakan api yang sangat kecil dan cairkan hanya sampai margarin larut, bukan sampai mendidih.
Warna margarin harus keruh dan tidak ada bagian yang terpisah.
Margarin yang mendidih, airnya sudah menguap, hingga hasil kue kelak kurang lembap.

Untuk Butter Type Cake, margarin atau mentega dikocok bersama gula pasir sampai gula hancur.
Karena pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama, pilih gula yang halus, tetapi bukan tepung gula).
Kalau Anda tak punya gula halus, blender gula kasar agar mudah larut.

Cara lain, tambahkan 1 sendok makan putih telur saat pengocokan untuk memudahkan larutnya gula pasir. Pengocokan margarin tidak perlu ditunggu sampai creamy, cukup sampai gula hancur.
Masukkan telur satu butir lalu kocok kembali. Begitu seterusnya hingga 50 persen telur terkocok semua.
Setelah itu Anda dapat menambahkan sedikit-sedikit tepung terigu bergantian dengan telur sambil terus dikocok.
Kini masukkan tepung terigu. Sekali lagi, ayak tepung terigu langsung di atas adonan sambil diaduk.
Adonan sudah siap dioven kecuali jika masih perlu ditambahkan cairan, seperti sari buah atau susu.



MASALAH DAN PENYEBAB CAKE GAGAL

Nah, dari fungsi bahan dan prosedur sebetulnya Anda sudah bisa menganalisis cake buatan Anda atau masalah
yang dihadapi saat cake Anda kurang sempurna. Tetapi sebagai panduan, bagan berikut mudah-mudahan bisa membantu.
Cake keras dan terbelah. Terigu terlalu banyak, tidak seimbang dengan pemakaian telur. Pengocokan telur belum cukup kental. Cake keras juga bisa disebebabkan kurang gula atau lemak.
Cake mengembang saat dioven, tetapi mengerut ketika keluar dari oven. Jumlah tepung yang digunakan kurang banyak.
Warna kue pucat, padahal cake sudah matang. Jumlah gula kurang.

Cake gosong, sementara bagian tengah belum matang. Kemungkinan jumlah gula yang digunakan terlalu banyak.

Api terlalu besar. Temperatur tinggi hanya dipasang sampai cake mengembang, setelah naik sempurna, apiharus dikecilkan.
Cake bantat, terlalu basah, berkulit tebal. Penggunaan lemak terlalu banyak Waktu pengocokan tidak tepat. Pengocokan terlalu lama.
Tekstur kue berlubang-lubang dan kue banyak remahnya. Gelembung udara belum hilang, tepung sudah dimasukkan dalam kocokan telur.
Pada bagian bawah kue terbentuk lapisan kuning tebal yang keras. Margarin tidak teraduk rata.
Cake cuma lembut selagi masih panas, tetapi agak keras setelah dingin Margarin yang digunakan kualitasnya kurang baik. Misalnya, melting pointnya (titik lumernya) tinggi. Hingga ketika di temperatur ruang margarin membeku. Kalau ini penyebabnya, kue akan kembali lembut bila dipanaskan.
Kulit cake tebal dan renyah. Cake terlalu cair hingga harus dioven dalam waktu lama untuk membuatnya matang. Penggunaan gula terlalu banyak. Volume adonan terlalu tinggi hingga dibutuhkan waktu banyak sekali di dalam oven.
Cake melembung di tengah. Pengocokan terlalu lama. Panas oven tidak rata atau terlalu panas.
Cake cekung di tengah. Tepung kurang seimbang dengan jumlah cairan.





Konversi dari cangkir/sendok makan ke gram



Terkadang di sebuah resep saya menemukan ukuran bahan yang ditulis dalam ukuran cangkir atau sdm (sdm= sendok makan, sdt = sendok teh). Jika tak mempunyai cangkir atau sendok takar yang mempunyai ukuran yang standar memang agak kebingungan juga menakar ukuran yan pasti, karena volume cangkir biasa (untukminum) yang dimiliki setiap orang pasti berbeda.

Konversi dari cangkir/sendok makan ke gram:



Tepung tapioka

1 cangkir = 100 gram
1 sdm = 15 gram



Tepung terigu

1 cangkir = 110 gram
1 sdm = 10 gram



Tepung beras

1 cangkir = 120 gram
1 sdm = 15 gram



Tepung jagung

1 cangkir = 130 gram
1 sdm = 15 gram



Mentega/margarine

1 cangkir = 200 gram
1 sdm = 20 gram



Gula

1 cangkir = 220 gram
1 sdm

Converting Cups to Grams



Beberapa resep tidak mencantumkan ukuran berat gram sebagai takaran,melainkan dengan ukuran “cup”. Di bawah ini terdapat konversi beberapa jenis bahan kue yang umum digunakan seperti:Tepung Terigu,Icing Sugar,Bubuk Coklat,Brown Sugar,Kelapa kering,almond slice,butter,dan lainnya.


Converting Cups to Grams

——————————————————————————



All-purpose Flour &Confectioners’Sugar

(Icing or powdered Sugar)

Cups to Grams

1/8 cup=15 grams
1/4 cup=30 grams
1/3 cup=40 grams
3/8 cup=45 grams
1/2 cup=60 grams
5/8 cup=70 grams
2/3 cup=75 grams
3/4 cup=85 grams
7/8 cup=100 grams
1 cup=110 grams


Unsweetened Cocoa Powder

Cups to Grams
1/8 cup=15 grams
1/4 cup=30 grams
1/3 cup=40 grams
3/8 cup=45 grams
1/2 cup=60 grams
5/8 cup=70 grams
2/3 cup=75 grams
3/4 cup=85 grams
7/8 cup=100 grams
1 cup=125 grams


Cake Flour

Cups to Grams
1/8 cup=10 grams
1/4 cup=20 grams
1/3 cup=25 grams
3/8 cup=30 grams
1/2 cup=50 grams
5/8 cup=60 grams
2/3 cup=65 grams
3/4 cup=70 grams
7/8 cup=85 grams
1 cup=95 grams


Flaked Coconut

Cups to Grams
1/8 cup=10 grams
1/4 cup=20 grams
1/3 cup=25 grams
3/8 cup=30 grams
1/2 cup=40 grams
5/8 cup=45 grams
2/3 cup=50 grams
3/4 cup=60 grams
7/8 cup=65 grams
1 cup=75 grams


Grated Coconut

Cups to Grams
1/8 cup=10 grams
1/4 cup=25 grams
1/3 cup=35 grams
3/8 cup=40 grams
1/2 cup=50 grams
5/8 cup=60 grams
2/3 cup=65 grams
3/4 cup=75 grams
7/8 cup=85 grams
1 cup=100 grams


Brown Sugar

Cups to Grams
1/8 cup=25 grams
1/4 cup=50 grams
1/3 cup=65 grams
3/8 cup=75 grams
1/2 cup=100 grams
5/8 cup=125 grams
2/3 cup=135 grams
3/4 cup=150 grams
7/8 cup=175 grams
1 cup=200 grams


Granulated,Superfine or Caster Sugar

Cups to Grams
1/8 cup=30 grams
1/4 cup=55 grams
1/3 cup=75 grams
3/8 cup=85 grams
1/2 cup=115 grams
5/8 cup=140 grams
2/3 cup=150 grams
3/4 cup=170 grams
7/8 cup=200 grams
1 cup=225 grams


Butter or Margarine

Cups to Grams
1/8 cup=30 grams
1/4 cup=55 grams
1/3 cup=75 grams
3/8 cup=85 grams
1/2 cup=115 grams
5/8 cup=140 grams
2/3 cup=150 grams
3/4 cup=170 grams
7/8 cup=200 grams
1 cup=225 grams


Sliced Almonds

Cups to Grams
1/8 cup=10 grams
1/4 cup=20 grams
1/3 cup=25 grams
3/8 cup=30 grams
1/2 cup=40 grams
5/8 cup=50 grams
2/3 cup=55 grams
3/4 cup=60 grams
7/8 cup=70 grams
1 cup=80 grams


Ground Almonds

Cups to Grams
1/8 cup=25 grams
1/4 cup=50 grams
1/3 cup=65 grams
3/8 cup=75 grams
1/2 cup=100 grams
5/8 cup=125 grams
2/3 cup=135 grams
3/4 cup=150 grams
7/8 cup=175 grams
1 cup=200 grams


Tambahan:

Satu lembar gelatin = 2 gram gelatin bubuk Satu butir telur terdiri dari 20 gram kuning telur dan 30 gram putih telur



Read more: Conversion « CakeFever.com http://www.cakefever.com/conversion/#ixzz1dZbWMGCG

Istilah Perbakingan




1. Apa itu DCC (Dark Cooking Chocolate)?

Dark Cooking Chocolate adalah salah satu jenis coklat yang digunakan dalam membuat kue. Bentuknya seperti coklat batangan, tersedia di TBK dan supermarket besar. Selain jenis Dark, ada pula jenis Milk cooking chocolate yang lebih manis dengan kadar susu lebih banyak, dan White cooking chocolate yang berwarna putih atau biasa disebut coklat putih.



2. Apakah yang dimaksud dengan Emulsifier?

Emulsifier adalah pengemulsi adonan. Adonan yang ditambah emulsifier akan lebih stabil, mudah mengembang, tercampur dengan sangat rata, tidak terlalu cair dan tidak terlalu padat, tidak mudah berubah karena pengaruh lingkungan. Contohnya kalo adonan telur dan gula dikocok sampai naik, terus ditambahi emulsifier, dia akan jadi lebih kental dan rata, dan tidak turun walaupun mengantri oven. Sementara adonan yang gak ditambahi emulsifier biasanya lebih encer, dan mudah turun kalau didiamkan lama (mengantri oven).
Karena merupakan bahan pembantu, emulsifier bisa dihilangkan.
Di pasaran, emulsifier populer dengan nama TBM, Ovalet, SP, VX. Merk yang populer antara lain Sponge-28, Starkies, Koepoe-koepoe, dll.



3. Apakah yang dimaksud dengan teknik Au Bain Marie?

Au Bain Marie atau waterbath adalah teknik panggang tim, dimana loyang berisi adonan diletakkan di dalam loyang lain yang berisi air panas, kemudian dipanggang dalam oven. Teknik ini menghasilkan tekstur adonan yang halus.


4. Apa Beda mentega dan margarine?

Mentega atau Butter terbuat dari lemak susu hewan. Di pasaran tersedia dalam merk-merk antara lain Orchid, Wysman, Elle & Vire, dsb. Tekstur mentega sangat lembut di suhu ruang, wangi susu, mudah meleleh di suhu hangat. Warnanya kuning pucat (lebih muda dari margarin).

Sedang margarin terbuat dari lemak tumbuhan (nabati). Di pasaran tersedia dalam merk Blue Band, Simas, Palmboom, dsb. Teksturnya lebih kaku, stabil di suhu ruang (tidak mudah meleleh), warnanya pun lebih kuning dari mentega.

Dalam penggunaannya sebagai bahan kue, terutama cake, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Mentega punya aroma yang enak, tetapi terlalu lembut dan daya emulsinya kurang baik, menyebabkan tekstur kue kurang kokoh. Sedangkan margarin aromanya tidak seenak mentega, tapi daya emulsinya bagus sehingga bisa menghasilkan tekstur kue yang bagus. Sehingga umumnya orang mencampur mentega dan margarin dengan perbandingan 1:1, untuk mendapatkan aroma yang enak sekaligus tekstur kue yang memuaskan.

Lantas apa yang disebut dengan Roomboter?
Roombotter berasal dari bahasa Belanda, adalah mentega juga. Tetapi di Indonesia orang biasanya mengistilahkan roomboter untuk jenis mentega dalam kaleng yang wanginya cukup kuat, seperti Wysman dan Corman.


5. Apa yang dimaksud dg teknik "aduk-balik"?

Aduk-balik atau aduk-lipat adalah teknik mengaduk adonan, terutama untuk mencampurkan antara adonan yang ringan dan penuh udara dengan adonan yang lebih padat dan kental. Contohnya, adonan putih telur yang sudah kaku dicampurkan ke adonan terigu-kuning telur-minyak dalam pembuatan chiffon cake. Caranya, spatula dijalankan dari atas, memotong kedua macam adonan hingga menyentuh dasar mangkuk, kemudian menyusuri dasar mangkuk ke arah belakang, kembali ke atas sambil adonan dibalik atau 'dilipat' ke depan. Gerakannya seperti membalik/melipat adonan. Teknik pengadukan ini membuat udara dalam adonan yang ringan tidak keluar lagi meskipun diaduk rata.


6. Apa yang dimaksud dengan dengan "tes tusuk"?

Tes tusuk adalah tes yang dilakukan untuk menguji kematangan kue. Caranya, tusukkan tusuk gigi atau lidi yang bersih ke tengah kue. Jika tusuk gigi/lidi keluar dalam keadaan kering/bersih dari adonan, maka kue sudah matang.


7. Apa yang dimaksud dengan whipping cream/fresh cream/double cream?

Cream adalah kepala susu yang tersedia dalam bentuk cair dan bubuk. Di supermarket besar, umumnya yang cair dikemas dalam kemasan tetrapak, di kulkas dekat produk keju dan susu. Merknya ada Elle & Vire, Roselle, Baker's Mix, dll. Yang bubuk umumnya diletakkan di dekat bahan-bahan kue, merknya ada Wippy, Pondan, Bio Bianca, dll. Penjelasan lebih lengkap mengenai krim, silakan buka halaman blog NCC berikut ini:

8. Apa beda pasta tomat dengan saus tomat?

Pasta tomat adalah puree tomat (tomat halus tanpa tambahan apapun) yang kadar airnya sebagian besar sudah dikurangi. Warnanya merah menyala, sangat kental (nyaris padat) dengan bau khas asli tomat. Biasa dijual dalam kaleng kecil, di supermarket besar, di rak bahan makanan kaleng.

Saus tomat, seperti namanya, adalah saus yang bahan baku utamanya tomat. Karena dia merupakan saus, maka tentu sudah ditambahi bumbu-bumbu, bahan pengental, air, dan bahan lainnya.

Kedua bahan ini sebaiknya tidak saling menggantikan, karena akan memberikan hasil akhir yang kurang sempurna.

9. Apa beda baking powder dengan baking soda/soda kue?

Soda kue adalah bikarbonat soda, tanpa tambahan apa-apa. Baking powder adalah bikarbonat soda yang udah ditambahi bahan lain (cream of tartar, bahan pengering, dll) untuk menetralkan.

Bikarbonat soda biasa digunakan untuk resep-resep yang mengandung buah-buahan, seperti pisang pada banana cake. Ia menghasilkan tekstur yang berpori besar dengan sedikit remah. Baking powder menghasilkan tekstur yang berpori kecil tapi cenderung lebih beremah.

Soda kue dan Baking powder ini tidak bisa saling menggantikan. Beberapa pendapat mengatakan baking powder bisa diganti dengan campuran 1 bagian soda kue ditambah 2 bagian cream of tartar (belum diuji oleh NCC).

*BPDA, apa lagi tuh?
Baking Powder Double Acting adalah baking powder yang beraksi melakukan pengembangan sebanyak 2 kali dalam 2 cara. Pertama, ketika bertemu cairan. Kedua, ketika dipanaskan. Karena efek ini, maka adonan dapat ditunda pemanggangannya hingga 15-20 menit tanpa kehilangan daya angkatnya.

Sedangkan BP biasa, dia hanya akan beraksi ketika dipanaskan aja. Jadi ketika masih di luar oven, adonan hanya mengandalkan udara yang diperoleh dari proses pengocokan telur (aerasi), yang biasanya rentan terhadap keadaan ruang sekeliling.

10. Apakah Korsvet itu? Apakah sama dengan mentega putih?

Korsvet atau pastry fat atau pastry margarine, adalah salah satu jenis lemak yang digunakan dalam pembuatan pastry. korsvetlah yang membantu pembentukan lapisan-lapisan renyah dan lezat pada puff pastry/flaky pastry. Pada saat ini kebanyakan korsvet sudah berasal dari lemak nabati, terutama yang dijual di Indonesia. Bentuknya mirip mentega putih, karena itu sering disalahartikan sebagai mentega putih, tetapi keduanya berbeda. Korsvet memiliki kandungan bahan yang sudah disesuaikan untuk pembuatan pastry, sehingga mampu menghasilkan lapisan-lapisan pastry yang renyah.

11. Apa yang dimaksud dengan tepung terigu protein tinggi, sedang dan rendah? Bagaimana penggunaan masing-masing terigu tersebut?

Terigu protein tinggi (hard flour) mengandung 14% protein, digunakan untuk membuat roti dan mi. Contohnya a.l. terigu merk Cakra Kembar, Kereta Kencana, dll.

Terigu protein sedang (medium flour) mengandung 13% protein, digunakan untuk berbagai macam makanan (all purpose). Contohnya a.l. terigu merk Segitiga Biru, Gunung Bromo, dll.

Terigu Protein rendah (soft flour) mengandung 10,5% - 11,5% protein, digunakan untuk kue-kue yang lembut dan renyah, seperti sponge cake dan cookies/biskuit. Contohnya terigu merk Kunci Biru, Lencana Merah, Kunci Mas, dll.

12. Apa yang dimaksud dengan mentega tawar?

Mentega tawar adalah mentega yang rasanya tawar, tidak diberi garam. Umumnya ditulis di kemasannya "Unsalted Butter". Bentuknya sama dengan mentega biasa yang asin, hanya beda di rasa.


13. Apa yang dimaksud dengan mentega putih/shortening?

Mentega putih atau vegetable shortening adalah lemak tumbuhan yang sudah melalui proses hidrogenisasi, sehingga berbentuk padat. Mentega putih jauh lebih padat/keras dibanding mentega biasa, karena kadar airnya jauh lebih sedikit dibanding mentega, rasanya pun tidak gurih seperti mentega yang terbuat dari susu. Umumnya digunakan untuk membuat biskuit, pastry, dan merupakan bahan dasar pembuatan buttercream. Rasanya tawar, berwarna putih, tersedia di TBK atau supermarket besar di kulkas dekat aneka mentega, dalam kemasan sytrofoam terbungkus plastic wrap. Merknya antara lain Pusaka, Croma, dll.


14. Apa yang dimaksud dengan bread improver/Baker's Bonus?

Bread improver adalah bahan yang dapat membantu meningkatkan kualitas roti, seperti membuat serat roti jadi halus, menghasilkan volume dan kulit roti yang bagus, memperpanjang umur simpan, dan mempercepat proses fermentasi. Dalam pembuatan roti, bahan ini bisa dihilangkan dengan konsekuensi kehilangan manfaat di atas. Di pasaran tersedia dalam berbagai merk, antara lain Baker's Bonus, S-500, Dyna Improver, dan banyak lagi.

15. Apa yang dimaksud dengan Susu Evaporated?

Susu Evaporated adalah susu cair yang kadar airnya sudah dikurangi/diuapkan, sehingga lebih kental, lebih pekat rasa susunya, warnanya pun krem, bukan putih. Susu Evaporated bukan susu kental manis, bukan susu cair putih dalam kaleng (seperti BearBrand) dan bukan krim (kepala susu), walaupun sering digunakan orang sebagai krimer. Umumnya dijual dalam kemasan kaleng, merknya antara lain Carnation dan F&N.


16. Apakah yang disebut dengan gula icing? Apa bedanya dengan gula bubuk?

Gula icing adalah gula bubuk yang sudah ditambahi zat anti kepal, sehingga lebih kering dan tidak menggumpal. Gula icing juga lebih halus butirannya dan tidak semanis gula bubuk, sehingga cocok digunakan untuk campuran buttercream dan glazuur. Karena sudah mengandung bahan anti kepal, gula icing ini sebaiknya jangan digunakan untuk mengganti gula biasa atau gula kastor.

17. Jenis gula apakah yang rasanya dingin di lidah?

Gula ini biasa disebut gula donat, adalah gula icing yang sudah ditambahi perasa dingin atau mint. Banyak dijual di TBK, bentuknya seperti gula halus tetapi tidak menggumpal.


18. Apakah yang disebut dengan brown sugar?

Brown sugar adalah campuran antara gula putih dengan molases. Terdapat dalam 2 jenis, light dan dark. Makin gelap warna gula makin kuat rasa molases. Tersedia di supermarket yang banyak menjual produk impor. Brown sugar bisa diganti dengan gula putih biasa dengan ukuran yg sama, atau campuran gula putih dengan gula palem/gula jawa dengan perbandingan 1:1, tetapi aromanya tidak akan sama.

19. Apa yang dimaksud dengan softcream?

Softcream adalah cream campuran untuk membuat buttercream. Bentuk dan baunya mirip mentega, berwarna putih, bertekstur lembut sekali. Bila dikocok dengan mentega putih, campuran ini akan mengembang menjadi 2 kali lipat volume awal, teksturnya menjadi sangat ringan (fluffy) seperti krim dan warna buttercream akan putih mengkilat (shiny). Tersedia di TBK dalam kemasan pot plastik.

20. Apa yang disebut dengan spuit?

Spuit adalah alat untuk membentuk buttercream, berbentuk kerucut dengan aneka bentuk potongan pada ujungnya. Untuk membentuk buttercream, spuit ini dimasukkan ke dalam kantong plastik segitiga (piping bag) yang dilubangi ujungnya. Buttercream dimasukkan ke dalam piping bag, kemudian disemprotkan ke atas kue. Buttercream akan keluar dalam aneka bentuk tergantung bentuk mata spuit dan teknik menghias yang digunakan.

21. Apa beda essence dengan pasta?

Dua-duanya sama-sama flavoring. Tapi essence hanya memberikan rasa, sedangkan pasta memberikan rasa dan warna. Essence lebih pekat dari pasta, sehingga pemakaiannya lebih sedikit drpd pasta.

Nah.. sudah nambah kan pengetahuan anda soal per baking an..
semoga bermanfaat..